Sinopsis Anak Garuda, Menyatukan Perbedaan Memang Tak Semudah Itu

Sinopsis Anak Garuda, Menyatukan Perbedaan Memang Tak Semudah Itu

Perbedaan itu memang unik. Perbedaan bisa jadi berkah, bisa juga jadi petaka. Keduanya memiliki jarak yang sangat tipis, sehingga perlu pintar menyiasati. Negeri kita, Indonesia, merupakan suatu tanah yang penuh perbedaan dan keragaman. Mulai dari suku, ras, agama, budaya, semuanya kaya perbedaan yang unik dan mendasar. Kalau bicara soal kepribadian dan tiap individu, jelas juga tidak ada yang sama, entah semirip apapun. Bagaimana kalau 7 orang dengan nama, latar belakang, suku, ras, agama, budaya, juga kepribadian yang berbeda dijadikan satu?

Dalam film layar lebar Anak Garuda, kamu bisa menyaksikan perbedaan diantara 7 Anak Garuda itu lebur menjadi satu. Mulai dari Dilla (Rebecca Klopper), Sayyida (Tissa Biani Azzahra), Olfa (Clairine Clay), Robet (Ajil Ditto), Sheren (Rania Putrisari), Yohana (Violla Georgie), juga Wayan (Geraldy Kreckhoff). Film yang disutradarai Faozan Risal ini mengangkat kisah Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). Sekolah gratis yang didedikasikan untuk anak yatim piatu ini dicetuskan dan didirikan oleh Julianto Eka Putra.

Dalam film ini, sosok pendiri Sekolah SPI ini lebih dikenal dengan julukan Koh Jul (Kiki Narendra). Pria ini membentuk suatu tim yang terdiri dari 7 anak tersebut, terlepas dari perbedaan mereka yang cukup kentara. Tentunya membentuk sebuah tim menjadi suatu kesatuan ini tidak semudah membalikkan tangan. Dengan 7 pemikiran yang berbeda, 7 keinginan, kemauan, bahkan kepentingan yang berbeda, mereka dilebur menjadi sebuah tim. Pertengkaran demi pertengkaran terjadi, berawal dari ketidaksamaan pendapat, sampai perasaan yang membahayakan hubungan, yaitu rasa iri.

Keinginan Koh Jul untuk mendidik mereka dengan sungguh bahkan mengirimkan mereka ke Eropa tanpa didampingi dirinya tidak juga luntur walau menemui kesulitan. Ia memilih salah satu diantara mereka untuk menjadi ketua, yang akan menggantikan dirinya selama mereka berada di Eropa. Namun apa daya, pertengkaran tetap berada diluar kendali mereka. Masih ditambahkan lagi dengan keberadaan Rocky (Krisjiana Baharuddin) yang memperparah keadaan.

Akankah perjuangan Koh Jul demi ketujuh anak ini menemui keberhasilan atau jalan buntu? Bagaimana kira-kira kelanjutan kisah ketujuh anak bangsa ini di negeri Eropa? Film yang merupakan garapan para alumni SPI yang membentuk Butterfly Pictures ini bisa kamu saksikan mulai 16 Januari 2020.

John Ananto